Tuesday, November 8, 2011

Surat Untuk Jiwa


Surat ini kutujukan untuk diriku
sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku
Yang insya-Allah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya,
Kerana hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya,
Cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut
Pandangan yang berbeza, lebih bermakna dan indah.Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang
Kerap kali terisi oleh cinta selain dari-Nya,

Yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang
Melakukan segalanya bukan kerana-Nya, lalu di ruang hatinya
Yang kelam merasa senang jika dilihat
Dan dipuji orang, entah di mana keikhlasannya.

Maka saat merasakan
kekecewaan dan kelelahan kerana
Perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan,
Padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil.
Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.

Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku
Yang mulai lelah menapaki jalan-Nya
ketika seringkali mengeluh, merasa
Dibebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia.
Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh
Seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Surat ini kutujukan untuk roh-ku dan roh sahabat-sahabat tercintaku
Yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup
Oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan?
Kadang-kadang kita berdoa untuk kuat tapi kenapa banyak dugaan,
Kadang-kadang kita minta cerdik tapi masalah pula yang timbul,
Kadang-kadang kita minta bahagia tapi hura-hara pula datang…
Dugaan menjadikan mental kita kuat, masalah menjadikan kita berfikir,
Huru-hara menjadikan kita tabah…
Hebatkan Allah…semua ada hikmah…
Kalaulah manusia tahu hadis ini:
“Telah berkata Jibril: Wahai Tuhan, kau sampaikanlah hajat hambamu, maka Allah menjawab: Biarkan hambaku itu, kerana aku mencintai suaranya (doanya) -Diriwayatkan oleh Anas bin Malik
Dan kini
Terabailah sudah nurani yang bersih,
Saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka, saat jasmani dan fikiran
Disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan
Kebahagiaan yang penuh kepalsuan.
Cuba lihat di sana! Hatimu menangis dan meranakah?

Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku
Yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri.
Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di hadapan-Nya
Selain ketakwaan.
Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa
Akan merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku
Yang hatinya mulai mati, saat tiada getar ketika Asma Allah disebut,
Saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu sahaja,
Saat tiada rasa takut pada-Nya ketika maksiat dilakukan,
Dan tiada merasa berdosa ketika menzalimi diri sendiri dan orang lain.

Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya
Meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam.
Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi
Wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya
hanya dengan kekuatan dari-Nya “

Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati,
Tetapkan hati ini pada agama-Mu,
Pada taat kepada-Mu dan dakwah di jalan-Mu “

Wallahualam bisshawab
Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang mati atau jalan di tempat,
Berdiam diri tanpa ada sesuatu amalanpun yang dapat dikerjakan.

Kembalikan semangat itu sahabat- sahabat tercintaku.. …
Ada Allah dan orang-orang beriman yang selalu menemani di kala hati “lelah”.


sumber  http://diarihati.com/blog/2011/11/04/surat-cinta-untuk-jiwa/

No comments:

Post a Comment